Jumat, 10 Mei 2013

Penyebab Galau dan Cara Move On



Galau adalah sejenis penyakit hati kronis yang banyak diderita para remaja baik pria maupun wanita. Galau bisa disebabkan banyak hal tapi saya akan membahas galau yang disebabkan oleh Cinta.Lebih tepatnya cinta kepada lawan jenis,bisa cewek ke cowok atau sebaliknya. Jujur saya sendiri pernah mengalami masa-masa galau dan rasanya seperti tidak sengaja makan mie instan yang sudah kadaluarsa,nggak enak.
Galau kalau tidak diobati akan menjadi penyakit yang membahayakan,bisa saja kamu gila bila galau terus menerus dan nggak move on-move on,bisa saja kamu bunuh diri di pohon taoge. Sebenarnya apa seeh yang menyebabkan para galauers sulit move on? Berikut alasannya.
1. Belum laku-laku dan mantan pacar sudah punya gandengan baru.
2. Setiap curhat dengan siapapun pasti mengungkit sang mantan.
3. Setiap facebookan selalu melihat beranda facebook si mantan,status satusnya dihafalin,foto fotonya dipandangi dan paling parah biasanya foto terbaru sang mantan didownload disimpan di hape lalu dijadikan wallpaper.
4. Bila di sms sang mantan,hati berbunga-bunga . Mantan bilang kangen,langsung teriak teriak sampai 5 oktaf.
5. Saat tidur masih suka memeluk boneka pemberian sang mantan.
6. Nggak ada niat buat move on dan tidak berusaha melupakan sang mantan.
7. Semua status facebook berbau galau
8. Merasa paling mnederita sedunia akherat.
Nah untuk mengobati galau yang sudah tingkat amerika latin tersebut saya punya cara-caranya,dijamin ampuh 100 % .
1. Ajaklah si penderita galau ke salon,suruh ia luluran,facial,massage,meni pedi,dsb. Buat mereka terlihat cantik/tampan meskipun wajah pas-pas’an. Jangan biarkan para galauers tampak thekill of thekumell .
2. Bila dia  mulai mengungkit sang mantan ketika sedang mengobrol atau curhat,tutup kedua telinga kamu,lalu bergegas pergi. Lakukan itu setiap ia membahas sang mantan. Tujuannya agar ia tidak membahas mantannya lagi saat berkumpul denganmu.
3. Bilang kepadanya bahwa anang hermansyah adalah Duta Move On dan suruhlah ia seperti Anang Hermansyah yang bisa datang ke acara pernikahan mantan istrinya dan berpelukan dengan Raul lemos. Eits tapi jangan suruh temanmu yang galau berpelukan dengan pacar baru mantannya,suruh dia seperti Anang Hermansyah yang tegar dan berhati seluas samudra hindia.
4.Ajaklah ia jogging setiap malam minggu atau bersepeda biar dia tidak merasa paling menderita karena malam minggu menjomblo dan tak punya kegiatan apel dan diapeli.
5. Suruh dia menyodaqohkan barang-barang pemberian sang mantan ke keponakan,teman,tetangga,sepupu atau adiknya. Jangan biarkan ia menggalau dan masih menggunakan jam tangan pemberian mantan,jangan biarkan ia tidur sambil memeluk boneka dari mantannya. Dilarang keras karena hanya akan menambah kegalauan.
Nah itulah saudara-saudara beberapa penyebab galau dan cara move on dari saya. Dipraktekkan ya… Jika temanmu yang galau tingkat amerika latin masih tetap saja galau,padahal sudah mempraktekkan cara-cara tersebut ajaklah ia ke laut dan suruh ia nyemplung biar jadi putri duyung tergalau. hahahaha
Salam move on :)

8 tanda pria punya masa depan cerah

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. "Family man"
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan  yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

Minggu, 05 Mei 2013

Konsep Dasar Belajar



KONSEP DASAR BELAJAR

UPS BW







Tugas ini disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Psikologi Belajar
Dosen pengampu Hj. Khariroh, M.Pd

                                                     


                                                      Nama                    : Firna Firdausia
                                                      NPM                     : 1111500100
                                                      Kelas                    : BK IIIE




Bimbingan Dan Konseling
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
UNIVERSITAS PANCASAKTI


A.    ARTI PENTING BELAJAR
Belajar adalah key tern, ‘istilah kunci’ yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan.
1.      Arti Penting Belajar bagi Perkembangan Manusia
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan oleh kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari pada makhluk-makhluk lainnya, sehingga ia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifahTuhan di muka bumi. Boleh jadi, karena kemampuan berkembang melalui belajar itu pula manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan – keputusan penting untuk kehidupannya.
2.      Arti Penting Belajar bagi Kehidupan Manusia
Belajar juga memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) di tengah – tengah persaingan yang semakin ketat diantara bangsa-bangsa lainnya yang lebih maju karena belajar. Akibat persaingan tersebut, ternyata tragis bisa pula terjadi karena belajar. Contoh, tidak sedikit orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk membuat orang lain terpuruk atau bahkan menghancurkan kehidupan orang tersebut.
B.     DEFINISI DAN CONTOH BELAJAR
1.      Defini Belajar
Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
2.      Contoh Belajar
Seorang anak balita (berusia di bawah lima tahun) memperoleh mobil-mobilan dari ayahnya. Lalu ia mencoba mainan ini dengan cara memutar kuncinya dan meletakkannya pada suatu permukaan atau daratan. Perilaku “memutar” dan “meletakkan” tersebut merupakan respon atau reaksi atas rangsangan yang timbul/ada pada mainan itu (misalnya, kunci dan roda mobil-mobilan tersebut).
Pada tahap permulaan, respons anak terhadap stimulus yang ada pada mainan tadi biasanya tidak tepat atau setidak-tidaknya tidak teratur. Namun, berkat latihan dan pengalaman berulang-ulang, lambat laun ia menguasai dan akhirnya dapat memainkan mobil-mobilan dengan baik dan sempurna. Sehubungan dengan contoh ini, belajar dapat kita pahami sebagai proses yang dengan proses itu sebuah tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki melalui serentetan reaksi atau situasi atau rangsangan yang ada.
C.    BELAJAR, MEMORI, DAN PENGETAHUAN
1.      Perspektif Psikologi
a.       Pusat Memori dan Pengetahuan
Amat sulit diragukan bahwa dalam otak itulah sistem memori atau sistem akal manusia tersimpan. Selanjutnya, dengan sistem akal yang dimilikinya, manusia dapat belajar dengan cara menyerap, mengolah, menyimpan, dan mereproduksi pengetahuan dan keterampilan untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya di muka bumi ini.
b.      Ragam Memori dan Pengetahuan
Ditinjau dari sudut jenis informasi dan pengetahuan yang disimpan, memori manusia itu terdiri atas dua macam yakni :
1)      Semantic memory (memori semantik), yaitu memori khusus yang menyimpan arti-arti atau pengertian-pengertian.
2)      Episodic memory (memori episodik), yaitu memory khusus yang menyimpan informasi tentang peristiwa-peristiwa.
c.       Memori dan IQ (Intelligence Quotient)
Tak dapat diragukan lagi, bahwa antara memori dan IQ atau tingkat kecerdasan seseorang terdapat hubungan yang sangat erat dan tak mungkin dipisahkan. Oleh karenanya, sebagian orang menganggap bahwa IQ itu adalah memori itu sendiri atau sebaliknya, nenori adalah IQ. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, tetapi tidak bisa dipandang keliru sama sekali karena tinggi rendahnya IQ itu memang berhubungan dengan kuat atau lemahnya memori seseorang.


2.      Perspektif Agama
a.       Arti Penting Memori dan Pengetahuan
Dalam hal ini, sistem memori yang terdiri atas memori jangka panjang berperan sangat aktif dan menentukan berhasil atau gagalnya seseorang dalam meraih pengetahuan dan keterampilan. Betapa pentingnya fungsi memori dalam kaitannya dengan pengetahuan.
b.      Alat Fisio-Psikis untuk Belajar
Adapun ragam alat fisio—psikis itu, seperti yang terungkap dalam beberapa firman Tuhan, adalah sebagai berikut :
1.      Indera penglihat (mata), yakni alat fisik yang berguna untuk menerima informasi visual;
2.      Indera pendengar (telinga), yakni alat fisik yang berguna untuk menerima informasi verbal atau stimulus suara dan bunyi-bunyian;
3.      Akal, yakni potensi kejiwaan manusia berupa sistem psikis yang kompleks untuk menyerap, mengolah, menyimpan, dan memproduksi kembali item-item informasi dan pengetahuan (ranah kognitif).
Alat-alat yang bersifat fisio-psikis itu dalam hubungannya dengan kegiatan belajar merupakan subsistem-subsistem yang satu sama lain berhubungan secara fungsional.
D.    TEORI-TEORI POKOK BELAJAR
Diantara sekian banyak teori yang berdasarkan hasil eksperimen terdapat tiga macam yang sangat menonjol, yakni: Connectionism, Classical Conditioning, dan Operant Conditioning. Teori-teori tersebut merupakan ilham yang mendorong para ahli melakukan eksperimen-eksperimen lainnya untuk mengembangkan teori-teori baru yang berkaitan dengan belajar seperti Contiguous Conditioning (Guthrie), Ssign Learning (Tolman), Gestalt Theory, dan lain sebagainya.
1.      Connectionism (Koneksionisme)
Teori koneksionisme (connectionism) adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949) berdasarkan eksperimen yang ia lakukan pada tahun 1890-an. Eksperimen Thorndike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar.
Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara stimulus dan respons. Itulah sebabnya, teori koneksionisme juga disebut “S-R Bond Theory” dan “S-R Psychology of Learning” selain itu, teori ini juga terkenal dengan sebutan “Trial and Error Learning”.
2.      Classical Conditioning (Pembiasaan Klasik)
Teori pembiasaan klasik (classical conditioning) ini berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov (1849-1973), seorang ilmuwan besar Rusia yang berhasil menggondol hadiah Nobel pada tahun 1909. Pada dasarnya classical conditioning adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks tersebut (Terrace, 1973).
Berdasarkan eksperimen yang di lakukan Ivan Pavlov, semakin jelaslah bahwa belajar adalah perubahan yang ditandai dengan adanya hubungan antara stimulus dan respons. Jadi, pada prinsipnya hasil eksperimen E.L. Thorndike di muka kurang lebih sama dengan hasil eksperimen Pavlov yang memang dianggap sebagai pendahulu dan anutan Thorndike yang behavioristik itu. Kesimpulan yang dapat kita tarik dari hasil eksperimen Pavlov ialah apabila stimulus yang diadakan (CS) selalu disertai dengan stimulus penguat (UCS), stimulus tadi (CS) cepat atau lambat akhirnya akan menimbulkan respons atau perubahan yang kita kehendaki yang dalam hal ini CR.
3.      Operant Conditioning (Pembiasaan Perilaku Respons)
Teori pembiasaan perilaku respons (operant conditioning) ini merupakan teori belajar yang berusia paling muda dan masih sangat berpengaruh di kalangan ahli psikologi belajar masa kini. Penciptanya bernama Burrhus Frederic Skinner (lahir tahun 1904), seorang penganut behaviorisme yang dianggap kontroversial.
Operant adalah sejumlah perilaku atau respons yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan yang dekat (Reber,1988). Tidak seperti dalam respondent conditioning (yang responnya didatangkan oleh stimulus tertentu), respon dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri sesungguhnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbilnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical respondent conditioning.
4.      Contiguous Conditioning (Pembiasaan Asosiasi Dekat)
Teori belajar pembiasaan asosiasi dekat ( contiguous conditioning) adalah sebuah teori belajar yang mengasumsikan terjadinya peristiwa belajar berdasarkan kedekatan hubungan antara stimulus dengan respons yang relevan. Contiguous Conditioning sering disebut sebagai teori belajar istimewa dalam arti paling sederhana dan efisien, karena di dalamnya hanya terdapat satu prinsip, yaitu kontiguitas (contiguity) yang berarti kedekatan asosiasi antar stimulus-respons.
Munculnya teori ini, apa yang sesungguhnya dipelajari orang, misalnya seorang siswa, adalah reaksi atau respons terakhir yang muncul atas sebuah rangsangan atau stimulus. Artinya, setiap peristiwa belajar hanya mungkin terjadi sekali saja untuk selamanya atau sama sekali tak terjadi (reber, 1989: 153).
5.      Cognitive Theory ( Teori Kognitif)
Teori psikologi kognitif adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi kontribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi belajar. Sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas: psikologi kognitif, ilmu-ilmu komputer, linguistis, intelegensi buatan, matematika, epistemologi, dan neuropsychology (psikologi syaraf)
Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental, yakni: motivasi, kesengajaan, keyakinan, dan sebagainya.
6.      Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial)
Teory belajar sosial yang juga masyhur dengan sebutan teori observational learning, ‘belajar observasional / dengan pengamatan’ itu (Pressly &McCormick, 1995: 216) adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Tokoh utama teori ini adalah Albert Bandura, seorang psikolog pada Universitas Stanford Amerika Serikat, yang oleh banyak ahli dianggap sebagai seorang behavioris masa kini yang moderat.
Prinsip dasar belajar hasil temuan Bandura termasuk belajar sosial dan moral. Menurut Barlow (1985), sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Dalam hal ini, seorang siswa belajar mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompok orang mereaksi atau merespons sebuah stimulus tertentu. Siswa ini juga dapat mempelajari respons-respons baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dari orang lain, misalnya guru atau orang tuanya.
Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral siswa ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasaan merespons) dan imitation (peniruan).
E.     PROSES DAN TAHAPAN BELAJAR
1.      Definisi Proses Belajar
Proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat dalam arti berorientasi kearah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya.
2.      Tahap-tahap dalam Proses Belajar
a.       Menurut Jerome S. Bruner
Menurut Bruner, salah seorang penentang teori S-R Bond yang terbilang vokal (Barlow, 1985), dalam proses belajar siswa menempuh tiga episode/ tahap, yaitu :
1)      Tahap informasi (tahap penerimaan materi);
2)      Tahap transformasi (tahap pengubahan materi);
3)      Tahap evaluasi (tahap penilaian materi).
Dalam tahap informasi, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari.
Dalam tahap transformasi, informasi yang telah diperoleh itu dianalisis, diubah, atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual supaya kelak pada gilirannya dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang lebih luas.
Dalam tahap evaluasi, seorang siswa menilai sendiri sampai sejauh mana informasi yang telah ditransformasikan tadi dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala atau memecahkan masalah yang dihadapi.
b.      Menurut Arno F. Wittig
Menurut Wittig (1981) dalam bukunya Pstchology of Learning, setiap proses belajar selalu berlangsung dalam tiga tahapan yaitu:
1)      Acquisition (tahap perolehan/penerimaan informasi);
2)      Storage (tahap penyimpanan informasi);
3)      Retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi).
Pada tingkatan acquisition seorang siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respons terhadapnya, sehingga menimbulkan pemahaman dan perlaku baru.
Pada tingkatan storage seorang siswa secara otomatis akan mengalami proses penyimpanan pemahaman dan perilaku baru yang ia peroleh ketika menjalani proses acquisition.
Pada tingkatan retrieval seorang siswa akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi sistem memorinya, misalnya ketika ia menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah.
c.       Menurut Albert Bandura
Menurut Bandura (1977), setiap proses belajar (yang dalam hal ini terutama belajar sosial dengan menggunakan model) terjadi dalam urutan tahapan peristiwa yang meliputi :
1)      Tahap perhatian (attentional phase);
2)      Tahap penyimpanan dalam ingatan (retention phase);
3)      Tahap reproduksi (reproduction phase);
4)      Tahap motivasi (motivation phase)
Dalam bukunya Social Learning Theory, Albert Bandura sebagaimana yang dikutip oleh Pressly & McCormic (1995: 217-218) menguraikan tahapan-tahapan tersebut kurang lebih seperti yang dipaparkan di bawah ini.
Tahap Perhatian. Pada tahap ini para siswa/para peserta didik pada umumnya memusatkan perhatian pada obyek materi atau perilaku model yang lebih menarik terutama karena keunikannya dibanding dengan materi atau perilaku lain yang sebelumnya telah mereka ketahui.
Tahap Penyimpanan dalam Ingatan. Pada tahap berikutnya, informasi berupa materi dan contoh perilaku model itu ditangkap, diproses dan disimpan dalam memori.
Tahap Reproduksi. Pada tahap reproduksi, segala bayangan/citra mental (imagery) atau kode-kode simbolis yang berisi informasi pengetahuan dan perilaku yang telah tersimpan dalam memori para peserta didik itu diproduksi kembali.
Tahap Motivasi. Tahap terakhir dalam proses terjadinya peristiwa atau perilaku belajar adalah tahap penerimaan dorongan yang dapat berfungsi sebagai reinforcement, ‘penguatan’ bersemayamnya segala informasi dalam memori para peserta didik.